Realita anak kost yaitu kehidupan yang bebas dan kadang juga menyedihkan. Mereka bebas karena mereka hidup jauh dari perhatian orang tua, yang biasanya ada yang mengontrol kehidupan mereka dan mereka juga harus bisa mengatur hidupnya sendiri. Menyedihkan apabila mereka tidak bisa mengatur kehidupan mereka, terlalu terbawa arus pergaulan yang terlalu cinta terhadap duniawi. Akibatnya yaitu perubahan gaya hidup mereka yang sangat drastis dari awal bulan menuju akhir bulan. Percaya atau tidak bahwa akhir bulan adalah waktu yang sangat menyedihkan bahkan dibenci oleh anak kost pada umumnya. Pada waktu itu merupakan waktu dimana dompet mereka yang tadinya “dihuni” oleh Soekarno-Hatta dan I Gusti Ngurah Rai digusur oleh rombongan Kapten Patimura, Pangeran Antasari, dan kawan-kawannya. Pada saat itulah gaya hidup mereka mulai berubah. Ketika awal bulan hidup mereka serba “wah”, berubah menjadi kehidupan yang serba “pasrah”, yang tadinya makan makanan yang serba enak, pergi kesana kemari tanpa berfikir panjang, namun pada akhir bulan nasi goreng merupakan menu yang sangat istimewa bagi mereka. Lebih parahnya kalau kapten patimura dan rombongannya pun “gugur”, Sangat menyedihkan bukan? Itulah tadi realita anak kost. Saya bisa menulis seperti tadi karena saya juga merupakan anak kost. untuk mengahiri postingan saya kali ini, saya mempunyai sebuah rangkaian kalimat untuk para pembaca : “Jangan takut untuk melangkah. Jika kita terjatuh, maka segeralah bangkit! jatuh lagi? bangkit lagi! Teruslah berjuang sampai Tuhan mendatangkan nikmatnya untukmu. Percayalah Tuhan tidak akan mengingkari janjinya.”